![]() |
| (Kiri) Menteri Agama (IMAKA), (Tengah) Pembina Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang dan (Kanan) Mahasiswa STMIK Kharisma Karawang |
(Rabu, 01 Juni 2016), Kementerian Agama dari Ikatan Mahasiswa Karawang (IMAKA) sangat memberikan pelajaran tentang ketauhidan, yang awalnya kita agendakan hanya survey tentang situasi kondisi anak asuh Pondok Pesanten Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang, ternyata membawa kita pada situasi dimana kita sangat amat miris dan takjub setelah panjang lebar Pa Ustadz Nana (Pengurus Pondok Pesantren Al-Ma'surah Karawang) menjelaskan dari mulai sejarah terbentuknya Ponpes, jalan da'wah yang beliau jalani sampai kondisi bahwa Ponpes tersebut tidak mendapat jatah aliran listrik dari pemerintah.
Memang kalau kita melakukan suatu kebaikan (mohon maaf) tidak mudah dan jalannya pun berat sekali, tak jarang bagi suatu kaum yang tidak memiliki sandaran pokok (Allah Swt.) akan mudah sekali berpaling dari awalnya bertekad untuk berjihad di jalan Allah Swt. setelah di tengah-tengah perjuanganya mulai pudar sedikit demi sedikit komitmenya. Mudah-mudahan kita semua masih diizinkan oleh Allah Swt. untuk dikuatkan pundak kita dalam rangka menegakkan agama Allah Swt. Aamiin.
Tugas sebagai seorang mahasiswa bukan hanya soal turut dan manut dengan tugas-tugas yang diberikan dosen. Lebih dari itu problematika umat dan bangsa begitu kompleks yang kalau hanya diurus oleh satu pihak itu membutuhkan kurun waktu panjang dan bahkan bisa jadi secara logika manusia akan bilang "tidak mungkin!!!". Disinilah tugas terbesar mahasiswa adalah bagaimana secara progresif memberikan solusi-solusi bagi sektor-sektor yang perlu dilakukan problem solvingnya.
Pondok Pesantren Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang yang berada di belakang pabrik Unicharm 2 Kawasan Industri KIIC Karawang ini sudah beroperasi kurang lebih tiga taun dan sekarang ditempati santri kisaran 40 anak untuk yang statusnya mukim dan 10 anak untuk yang non-mukim, menurut data yang telah ada. Dari kondisi memang tidak ada yang aneh melainkan ada beberapa hal yang masih ada ganjalan dalam diri kita sebagai mahasiswa yakni kesejahteraan. Baik dari kebutuhan mutlak, kebutuhan primer serta kebutuhan sekundernya yang bagi lembaga atau wadah yang menaungi lebih dari 40 kepala anak manusia menjadi harapan yang masuk dalam list tahunan para santri yaitu kesejahteraan mereka.
"Saya tidak mengharapkan apapun dari pemerintah ataupun dari pabrik-pabrik" tutur Pa Ustadz Nana,
Berbicara harapan tak sepantasnya disandarkan ke makhluk, cukup Allah Swt. yang menjadi sandaran pokok dan utama bagi para hamba yang mengikrarkan diri untuk berjihad di jalan-Nya. Teringat kata guru kita Ustadz Yusuf Mansur kurang lebih seperti ini bunyinya "Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus". Kemantapan tauhid yang telah tertanam dalam lubuk hati sang guru yang perlu ditiru.
Miris memang disaat kondisi modernisasi penataan kota yang ada di Karawang sedang gencar-gencarnya terus dipromosikan disaat itu pula masih ada masyarakat asli Karawang yang bahkan sama pemerintahanya sendiri pun enggan untuk komentar banyak, jangankan hanya menyebutkan peran baiknya terhadap rakyat, untuk memberikan saran dan kritik pun sudah terkesan hanya menghambur-hamburkan kata-kata negatif belaka, yang realisasinya hanya akan menguap begitu saja.
Bukanya pemerintah tidak mengetahui kondisi saat ini dari Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang, hanya saja sedikit menutup matanya untuk lebih memilih melototi matanya terhadap modernisasi kota Karawang yang dirasa cukup berpotensi terhadap kemajuan kota. Padahal sejatinya hanya pembudakan asing yang kian merajalela bagi bangsa Indonesia.
Dibalik pembudakan para penguasa oleh ideologi luar, Saya dan Menteri Agama dari Ikatan Mahasiswa Karawang (IMAKA) justru merasakan ketenangan jiwa yang tak melulu soal kemewahan dunia. Ini bukti bahwa kehidupan sederhana dari Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang menyajikan dinamika yang kekeh mempertahankan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah -Insya Allah-. Pa Ustadz Nana terus menanamkam pengetahuan terhadap anak asuhnya di Ponpes dengan menghafalkan Hadist-Hadist keseharian, agar sebagai acuan dalam tindakan dan perbuatan para anak asuhnya.
Tegar penuh perjuangan pada awal takdir yang membawa Pa Ustadz Nana menjadi Pengasuh Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang, beliau dulu sebagai benteng umat yang keras terhadap kristenisasi di masyarakatnya. Hingga sekarang pun kata beliau diprediksi masih berlangsung gerakan-gerakan kristenisasi di lingkunganya yang hanya saja pergerakanya tertata rapi. dan Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang ini sebagai wadah bagi Pa Ustadz Nana untuk melakukan da'wahnya sampai sekarang. Tak banyak memang yang dilakukan Pa Ustadz Nana. Tapi, setidaknya ini menjadi pukulan dalam untuk Saya yang Alhamdulillah statusnya sebagai mahasiswa. Saya merasa belum bisa berbuat kebaikan untuk Agama, Masyarakat dan Bangsa Indonesia.
Dan yang membuat hati Saya tersentuh adalah kemandirian Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang dimana awalnya Saya tidak percaya bahwa ada Ponpes di Karawang yang belum teraliri aliran listrik dari pemerintah. Rasa penasaran itu akhirnya terjawab bahwa memang benar saat ini ada Ponpes yang belum teraliri aliran listrik dari pemerintah. Dan Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang ini salah satunya. Bahkan untuk dapat menatap cahaya di tengah malam, Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang ini sengaja mendirikan daya pembangkit listrik sendiri dan itu menggunakan tenaga diesel, sebagai langkah untuk menatap cahaya di gemerlap kota Karawang.
Tak sampai disitu akses untuk langkah ke sekolah pun anak asuh dari Ponpes Yatim dan Duafa Al-Ma'surah Karawang cukup jauh. Lagi dan lagi hati ini terus merintih dengan aktualisasi keadaan Ponpes yang ada di Karawang. Tapi luar biasanya Saya tidak melihat sedikitpun kesedihan di raut wajah Pa Ustadz Nana, entah memang beliau menyembunyikan kesedihannya atau berusaha tegar, hanya saja beliau menyampaikan bahwa kuncinya adalah beliau cukup bersandar pada pemilik hati yaitu Allah Swt. Luar biasa jalan da'wah yang harus dihadapi Pa Ustadz Nana ini.(admin)




ini merupakan wadah aspirasi untuk mhs karawang yg peduli dengan kemaslahatan dan kesejahteraan karawang..dan kami insya Allah siap berkontribusi utk karawang
BalasHapusDi tunggu kontribusi nya hehe
BalasHapusSudah bukan waktunya lagi kita hanya melihat, hanya mendengar dan hanya mengetahui. Tapi sudah waktunya kita bertindak nyata didalam menjalankan kewajiban kita sebagai hamba sang khalik, untuk bisa membantu satu sama lain. Bukan siapa yang harus bergerak, tapi kita lah dari diri sendiri. Mudah-mudahan dengan segala pergerakan baik kita didalam jalan Allah SWT yang insyaAllah diridhai oleh Allah SWT. Kita bisa memberikan sedikit gelitikan dan contoh kepada para hamba yang diberikan titipan harta dan title oleh Allah SWT untuk bisa berjuang bersama-sama dengan kita didalam mensejahterakan masyarakat kabupaten Karawang ini. Bukan hanya sejahtera atau merdeka dalam bentuk moral tapi dalam bentuk morilnya juga. Tolong para penjamin kesejahteraan yang berada digedung-gedung mewah, yang dijaga dengan para penjaga gagah dan berseragam safari, lihat dengar dan bergeraklah untuk menjadi penjamin kesejahteraan yang beramanah, bertanggung jawab dan berhati nurani yang mulia. Karena merdeka bukan hanya untuk kalian, tapi kita semua. Dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Terimakasih. Salam mahasiswa karawang.
BalasHapusluar biasa sekali statmen dari kementrian pariwisata dan budaya. yuuk kita gotong royong membangun kota tercinta kabupaten karawang. #Imakajaya
Hapus